Jurnalisme Apoteker
Redaksi Warta Apoteker Menerima Artikel / Opini Sejawat Apoteker Indonesia. +62-812-1067-4892
Kantor Berita Apoteker Indonesia
Subagiyo Dot ComApoteker Indonesia
ATV Motor
ATV Motor
Kantor Berita Apoteker Indonesia

IAI Pantang Menyerah Akan Melakukan Uji Materiil Usai Gagal Uji Formil

banner 468x60

JAKARTA, WARTA APOTEKER – Ikatan Apoteker Indonesia dan empat organisasi profesi (OP) akan mengajukan uji materi terhadap Undang-undang Kesehatan kepada Mahkamah Konsitusi (MK).

Uji materi ini diajukan karena MK menolak uji formil UU tersebut secara keseluruhan dalam sidang putusan  perkara nomor 130/PUU-XXI/2023.

Promo Lebaran 1445H

Dalam video yang beredar di media percakapan WhatsApp, Ketua Umum IAI yang menjadi Pemohon V Uji Formil, apt. Noffendri Roestam, S.Si., M.Kes menginformasikan rencana IAI dan empat OP lainnya.

“Dan tentunya kami juga tentu akan berlanjut dengan uji materiil, sesuai dengan hasil kajian kami dari masing-masing Organisasi Profesi, tidak tertutup kemungkinan uji materiil dilakukan bersama-sama,” kata Ketua Umum PP IAI Noffendri Roestam di Jakarta, Kamis (29/02/2024). 

Sebelum itu, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu pasal demi pasal dalam Undang-undang Kesehatan. Pengajuan uji materi ini nantinya akan menilik materi substantif dalam UU Kesehatan yang dianggap organisasi profesi melanggar konstitusi.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI, Adib Khumaidi memastikan, permohonan uji materi ini bukan semata-mata karena kepentingan organisasi profesi. Melainkan juga kepentingan masyarakat terhadap akses kesehatan.

“Kami akan melakukan kajian karena nanti ada beberapa pasal yang akan bersinggungan di antara OP. Materi-materi yang akan disampaikan lebih ke arah  materi yang berkaitan dengan tugas-tugas yang sangat esensial di dalam menjaga  profesi, penjaminan kesehatan pasien,” ucap Adib.

Diketahui, MK menolak permohonan Pengujian Formil Undang-undang Kesehatan pada Kamis (29/2/2024). “Amar putusan, mengadili, menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Suhartoyo dalam sidang tersebut.

Adapun permohonan tersebut diajukan oleh lima organisasi terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *