Jurnalisme Apoteker
Redaksi Warta Apoteker Menerima Artikel / Opini Sejawat Apoteker Indonesia. +62-812-1067-4892
Kantor Berita Apoteker Indonesia
Subagiyo Dot ComApoteker Indonesia
ATV Motor
ATV Motor
Kantor Berita Apoteker Indonesia

Kompetensi Apoteker Di Rumah Sakit Hewan, Begini Kata Pakar

HISFARKESWAN, Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Hewan?

banner 468x60

BANTEN, WARTA-APOTEKER.com – Jum’at (29/12/2023) berlokasi di Jl. Raya Cilegon, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Banten diresmikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Rencananya RSH ini menjadi rumah sakit rujukan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Provinsi Banten, yang berjumlah sekitar 15 Puskeswan.

Promo Lebaran 1445H

“Rumah Sakit Hewan ini sifatnya sebagai rujukan dari Puskeswan yang ada di Provinsi Banten. Saat ini juga telah ada 15 Puskeswan di Kabupaten/Kota,” ungkap Agus M Tauchid usai meresmikan Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Banten seperti disampaikan kepada INDOPOS.

BACA JUGA: Ikatan Apoteker Veteriner Atau Himpunan Seminat Farmasi Veteriner?

PRAKTIK KEAPOTEKERAN DI RUMAH SAKIT HEWAN
Masih dari INDOPOS, Agus mengungkapkan, bahwa RSH Banten memiliki 6 dokter hewan, 1 apoteker dan 6 orang paramedik.

Dimintai pendapatnya, apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm), Farmasi Klinis RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, menjawab bagaimana kompetensi apoteker yang melakukan praktik di Rumah Sakit Hewan dengan mengirimkan Pohon Kompetensi Apoteker Keapotekeran berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pohon Kompetensi Apoteker Keapotekeran berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm))

“Untuk keapotekeran veteriner, saya kira yang membedakannya hanya obyeknya saja, di RSH obyek praktisnya adalah hewan (veteriner) dengan lingkungannya sementara di RS umum obyek praktisnya adalah klinis dan lingkungannya,’ terang Sudarsono.

Sudarsono menambahkan bahwa apoteker veteriner harus memahami dosis individual hewan dan dosis populasi, karena seringkali dosis obat diberikan bersamaan dengan pakan ternak (feed additive atau feed suplement).

“Seharusnyalah sebagai apoteker harus bisa menjamin homogenitas zat aktifnya dalam sediaan tersebut, apalagi yang ditambahkan adalah golongan antibiotika,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *