Jurnalisme Apoteker
Redaksi Warta Apoteker Menerima Artikel / Opini Sejawat Apoteker Indonesia. +62-812-1067-4892
Kantor Berita Apoteker Indonesia
Subagiyo Dot ComApoteker Indonesia
ATV Motor
ATV Motor
Kantor Berita Apoteker Indonesia

Kemenkes Soal Isu Peleburan BPOM: Belum Ada Info

Kenapa Plt Kepala BPOM Bukan Dari Internal BPOM?

banner 468x60

JAKARTA, WARTA-APOTEKER.com – Masih seputar isu peleburan BPOM RI ke Kemenkes RI, Warta Apoteker mencoba mencari informasi lebih rinci.

Dihubungi melalui WhatsApp, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menjawab singkat pertanyaan Warta Apoteker.

Promo Lebaran 1445H

“Blm ada info ini ya,” jawab Siti Nadia Tarmizi.

Dilansir media daring nasional, merujuk pada Rilis Kementerian Kesehatan bahwa kelanjutan kepemimpinan  BPOM akan diemban oleh Dr. apt. Dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm., MARS., sebagai Plt. Kepala BPOM  sampai dengan ditetapkannya pejabat definitif Kepala Badan Pengawas Obat dan  Makanan.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 148/TPA tentang Penunjukan  Pelaksana  Tugas Pejabat Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

BUKAN ORANG BARU DI BPOM RI
Lucia Rizka Andalusia  saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

Sebelum diangkat sebagai Dirjen Farmalkes Kemenkes RI, Rizka Andalusia pernah menjabat sebagai Direktur  Registrasi Obat BPOM RI dan Juru Bicara Covid-19 BPOM RI.

Sebagai juru bicara Dr. dr. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt., bertugas menyampaikan informasi tentang aspek  legalitas dan perizinan vaksin Covid-19, serta kebijakan BPOM serta memberikan tanggapan untuk isu terkait perizinan, keamanan, khasiat, serta mutu vaksin, termasuk Emergency Use Authorization (EUA).

Sovereign Investor Board Member of Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI)
Sejak 2022 hingga 2025, Rizka mengemban tugas sebagai anggota dewan Investor atau Sovereign Investor Board Member of Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Rizka terpilih setelah melalui voting yang dilakukan mulai bulan Maret hingga April 2022. Ini adalah kali pertama Indonesia terpilih menjadi Board Member of CEPI, yang sebelumnya diemban oleh perwakilan dari Inggris yaitu  Professor Charlotte Watts, yang telah berakhir masa tugasnya.

Dr. Rizka bersaing dengan dua kandidat lainnya yaitu Dr. Atul Gawande dari CDC US dan Prof. Charlotte Watts dari Inggris dalam pemilihan ini.

Menkes terima cindera mata dari perwakilan CEPI (Foto: Istimewa / Sehat Negeriku Kemenkes RI)

CEPI sendiri adalah koalisi internasional yang terdiri atas pemerintah, akademisi, pemerintah, dan antarfilantropis,  lembaga swasta, pemerintah dengan visi menciptakan dunia yang bebas dari ancaman epidemi dan pandemi.

Misi  CEPI adalah mempercepat pengembangan vaksin dan respons biologis lainnya terhadap ancaman epidemi dan  pandemi agar dapat dijangkau oleh semua orang yang membutuhkan, serta produksi vaksin secara cepat dan  berkesinambungan di negara berpendapatan rendah dan menengah guna meningkatkan kesiapan dan respons  menghadapi wabah epidemi/pandemi di masa mendatang. CEPI memiliki program ‘100 days mission’ atau misi 100  hari yaitu agar dunia memiliki vaksin yang aman dan efektif dalam 100 hari sejak epidemi atau ancaman pandemi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *