Jurnalisme Apoteker
Redaksi Warta Apoteker Menerima Artikel / Opini Sejawat Apoteker Indonesia. +62-812-1067-4892
Kantor Berita Apoteker Indonesia
Subagiyo Dot ComApoteker Indonesia
ATV Motor
ATV Motor
Kantor Berita Apoteker Indonesia

Apoteker UTA ’45 Tidak Mengikuti OSCE, Tetap Dilantik Dan Disumpah, Dihadiri Presidium FIB

FIB Menghimbau Seluruh Perguruan Tinggi Farmasi Tegak Lurus Dengan UU Kesehatan

banner 468x60

JAKARTA, WARTA-APOTEKER.com – Ada yang istimewa pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker UTA ’45 Angkatan XLVI hari ini, Rabu 18 Oktober 2023.

Pasalnya, Fakultas Farmasi UTA ‘ 45 mengundang Presidium Farmasis Indonesia Bersatu sebagai perwakilan organisasi profesi apoteker untuk memberikan sambutan sebagaimana disebutkan oleh pembawa acara.

Promo Lebaran 1445H

Tampak hadir selain Ketua Presidium FIB, apt. Ismail Salim Mattula, S.Si, Wakil Sekretaris Umum FIB lainnya, apt. Zaky Mubarok, S.Farm.

APOTEKER UTA ’45 TIDAK MENGIKUTI OSCE
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Ismail Salim Mattula menjawab pertanyaan WARTA-APOTEKER.com alasan dirinya menghadiri pelantikan dan pengucapan sumpah apoteker UTA ’45 yang tidak mengikuti OSCE.

“Apoteker yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah apoteker yang sudah lulus ujian kompetensi CBT (Computer Based Test) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” jelas Ismail.

Ismail menambahkan sesuai amanat UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan bahwa Ujian Kompetensi diselenggarakan pendidikan profesi apoteker bekerjasama dengan kolegium.

“Saat ini kolegium dimaksud belum terbentuk, sementara disebutkan dalam UU bahwa aturan sebelumnya masih berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan UU Kesehatan No. 17,” rinci Ismail

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Ismail untuk menghimbau Perguruan Tinggi Farmasi laiinya untuk mempelajari dan sekaligus memahami UU Kesehatan.

“Tegak lurus-lah dengan UU, jika dipandang OSCE memang penting biarkan negara yang melakukannya,” pungkas Ismail mengakhiri pembicaraan.

APTFI BERKOMUNIKASI DENGAN FARMASI UTA ’45
Diminta pendapatnya, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa sebelumnya APTFI sudah mengeluarkan surat edaran yang disepakati melalui majelis APTFI.

“Bahwa uji kompetensi dilakukan secara nasional untuk mengukur aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pengetahuan diukur dengan CBT. Sedangkan sikap dan keterampilan diukur dengan OSCE. Dengan keluarnya UU RI No 17 tentang Kesehatan memang ada sedikit perdebatan, karena peran organisasi profesi dihapus berkaitan dengan keikutsertaannya dalam uji kompetensi. Apalagi organisasi profesi diijinkan multibar,” jelas Yandi.

Masih menurut Yandi, UU Kesehatan mengamanatkan uji kompetensi dilakukan oleh kolegium yang dibentuk  pemerintah. Dalam hal kolegium belum terbentuk maka disepakati di majelis masuk masa transisi. Di masa transisi majelis menyetujui bahwa IAI masih diakui sebagai organisasi profesi penyelenggara ukom dengan alasan pada saat  ukom berlangsung IAI masih terlibat di kepanitiaan tingkat nasional yang dibentuk oleh Kemdikbud.

“APTFI sudah melakukan komunikasi yang baik dengan Rektor UTA 45. Ada harapan dan  komitmen dari Rektor UTA untuk mengikuti OSCE. Dalam kondisi saat ini panitia UKMPPAI masih belum  terbentuk tentunya belum bisa dilakukan ujian OSCE nasional untuk 300 lebih mahasiswa UTA dalam waktu dekat.  Sementara mahasiswa UTA mendesak untuk segera melakukan penyumpahan,” tutup Yandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *