Jurnalisme Apoteker
Redaksi Warta Apoteker Menerima Artikel / Opini Sejawat Apoteker Indonesia. +62-812-1067-4892
Kantor Berita Apoteker Indonesia
Subagiyo Dot ComApoteker Indonesia
ATV Motor
ATV Motor
Kantor Berita Apoteker Indonesia

Hari Ini Sidang Putusan Apoteker Afi Farma Atas Kasus Sirup Parasetamol

Semoga Majelis Hakim Objektif Dalam Memutus Perkara

banner 468x60

KEDIRI, WARTA-APOTEKER.COM – Hari ini, tepat 112 hari lamanya proses persidangan kasus pidana khusus yang menyeret tiga orang apoteker PT Afi Farma.

Kasus yang didaftarkan pada Rabu, 14 Juni 2023 dengan klasifikasi perkara kesehatan ini bernomor 99/Pid.Sus/2023/PN Kdr.

Promo Lebaran 1445H

BACA JUGA: Tiga Apoteker Didakwa Tiga Pasal, Didampingi Tiga Penasehat Hukum

Diberitakan situs Humas Polri pada Selasa, 6 Juni 2023 Bareskrim Polri telah melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri dengan nomor surat B-796/M5.13/Enz.2/06/2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf mengatakan, ada 10 Tim gabungan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut yakni Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka dan barang bukti sejumlah 167 buah berupa barang serta dokumen.

BACA JUGA: 167 Barang Bukti Termasuk Satu Unit Gas Chromatography, Apoteker Disidangkan Tanpa Pengacara?

Setelah proses persidangan panjang  yang berlangsung  di PN Kota Kediri akhirnya sampai pada agenda pembacaan putusan. Hal tersebut tercantum dalam laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara PENGADILAN NEGERI KEDIRI.

Masih dari laman yang sama, pembacaan putusan dijadwalkan pada jam 10:00:00 s/d selesai di Ruang Sidang Cakra PN Kediri.

Perbuatan para tersangka diatur dan diancam pidana : pertama, Pasal 196 Jo. Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UURI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kedua, Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UURI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Ketiga Pasal 359 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Foto: Istimewa / TVONENEWS

Pada persidangan sebelumnya, hadir sebagai saksi ahli Prof. apt. Zullies Ikawati, PhD., Guru Besar Fakultas  Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bidang Farmakologi serta Farmasi Klinik.

Zullies manembahkan, untuk mengetahui penyebab kematian pasti mestinya disampaikan hasil autopsi, rekam  medis, biopsy, precondition berkaitan kondisi keluarga, kondisi gaya hidup anak, makanan anak, untuk mengetahui  penyebab kematian anak secara pasti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *