Kantor Berita Apoteker Indonesia
banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250

Jokowi Diminta Turun Tangan Atasi Polemik Uji Kompetensi Apoteker

Berharap Persoalan Tuntas, Tiga Surat Dilayangkan Kepada Jokowi, Mensesneg Dan KSP

Orasi korban UKAI di atas mobil komando. (Foto: Istimewa / mediaindonesia.com)
banner 468x60

JAKARTA, WARTA -APOTEKER.com – Calon apoteker yang tergabung dalam Aliansi Korban UKAI Indonesia, berunjuk rasa di kawasan Istana Negara, tepatnya di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Mereka meminta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka alami.

Mayyasa Cosmetics

“Jadi aksi kita di Istana Negara atau Patung Kuda ini ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi, bahwa beliau harus mengetahui permasalahan apa yang kami derita, terkhusus dengan adanya Panitia Nasional Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI),” kata Koordinator Lapangan Aliansi Korban UKAI Indonesia,¬† Wiryawan, Selasa (17/1/2023).

BACA JUGA
Amicus Curiae: Kuasa Hukum Mengadukan Tindakan Ilegal PN UKAI Ke Komnas HAM

Wiryawan menuntut PN UKAI dibubarkan, dan meminta Presiden Jokowi memantau persoalan ini. Bila perlu mengeluarkan instruksi untuk segera membubarkan PN UKAI, karena korbannya di seluruh Indonesia selama enam tahun ini sudah sekitar 3.000 lebih.

“Bisa dibayangkan jika ujian ini terus berlangsung dengan mekanisme yang dibuat PN UKAI, bisa puluhan ribu korbannya dalam beberapa tahun,” terang dia.

Lebih lanjut Wiryawan menegaskan bahwa pihaknya tak anti uji kompetensi profesi apoteker, namun mekanismenya harus sesuai regulasi.

Tata cara ujian tersebut juga harus melibatkan seluruh pihak, sehingga tidak ada yang dirugikan.

BACA JUGA
PTUN Jakarta: Gugatan Mahasiswa Apoteker Diterima, Diharapkan Tidak Ada Kegiatan PN UKAI

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengirimkan tiga surat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Wiryawan berharap persoalan ini dapat segera tuntas, mengingat ada ribuan mahasiswa yang jadi korban.

“Kami berharap surat kami bisa dibaca langsung oleh beliau-beliau ini, karena kami pikir hari ini kami sangat membutuhkan dukungan itu.¬†Yang kami lawan kelompok besar, yang bisa diindikasikan sebagai kelompok mafia besar di Tanah Air,” papar Wiryawan.

“Kami berjuang untuk kepentingan bersama, tidak ada nuansa lain. Kami berjuang untuk bagaimana menjadi apoteker, menjadi pelayan masyarakat suatu saat nanti,” lanjut dia.

Sumber: rri.co.id

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *