Kantor Berita Apoteker Indonesia
banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250

Ditjen Farmalkes Memberikan Apresiasi Kepada Industri Obat Dan Alat Kesehatan

Sertifikasi TKDN Mempercepat Kemandirian Bahan Baku Dan Alat Kesehatan

Perwakilan dari Industri obat dan alat kesehatan yang menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan
banner 468x60

YOGYAKARTA, WARTA-APOTEKER.com – Pemerintah mendorong sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di industri farmasi. Salah satu upaya yang dilakukan, kerjasama antara Kementerian Perindustrian sebagai Pusat P3DN bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (PTSI).

Khusus untuk industri farmasi, ada keraguan untuk memulai proses sertifikasi TKDN. Salah satu yang menjadi alasan adalah kekhawatiran kerahasiaan formula obatnya mulai dari proses hingga bahan baku tidak dapat terjaga.

Mayyasa Cosmetics

NON-DISCLOSURE AGREEMENT
Direktur Komersial PTSI, Saifuddin Wijaya mengatakan bahwa Surveyor Indonesia sebagai verifikator sudah berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan melalui penandatanganan NDA (Non-Disclosure Agreement) bersama.

PTSI dalam melakukan verifikasi di industri farmasi berdasarkan bobot bukan perhitungan cost base. Dengan begitu, diharapkan banyak industri farmasi yang tertarik untuk segera mendaftarkan produk-produknya untuk mendapatkan sertifikat TKDN.

INDUSTRI OBAT & ALAT KESEHATAN PENERIMA PENGHARGAAN

  1. CVBartec Utama Mandiri;
  2. PT Biotech Farma;
  3. PT D&V International Makmur Gemilang;
  4. PT Etercon Pharma;
  5. PT Ifars Pharmaceutical Laboratories,
  6. PT Likuid Pharmalabs Indonesia;
  7. PT Meditech Manufaktur Indonesia;
  8. PT Mega Andalan Kalasan;
  9. PT Phapros Tbk;
  10. PT Sampharindo Perdana;
  11. PT Solo Abadi Indonesia,
  12. PT Swayasa Prakarsa
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *