Kantor Berita Apoteker Indonesia
banner 120x600
banner 120x600
banner 970x250

Apoteker, Pusat/Sentra Farmakovigilans Dan Implementasinya Di Indonesia

SKP IAI Bentuk Apresiasi Khusus Bagi Apoteker

Courtesy: Twitter BPOMR RI @BPOM_RI
banner 468x60

CIBINONG, WARTA-APOTEKER.com – Sudah sejak lama kegiatan pelatihan Farmakovigilans diberikan kepada seluruh pihak terkait, utamanya di lingkungan BPOM RI.

Dilansir Harian Republika bahwa harapan dari pelatihan yang dilaksanakan adalah meningkatkan pemahaman dan kompetensi staf di Balai Besar/Balai/Kantor Badan POM di kabupaten/kota dalam melakukan pengawasan keamanan obat melalui aktivitas farmakovigilans.

Mayyasa Cosmetics

Beberapa Sentra Farmakovigilans sudah dibentuk dan mencakup seluruh provinsi yang ada di tanah air. Tahun 2022 diharapkan akan menjadi tonggak implementasi Farmakovigilans di tanah air.

Data jumlah laporan yang masuk ke Pusat Farmakovigilans dapat dilihat  secara real time di laman  https://e-meso.pom.go.id/. Total  laporan hingga berita ini diturunkan terdapat lebih kurang 4.630 laporan, dengan catatan di bulan Agustus masih akan terus bertambah.

Belum dapat diketahui lebih lanjut komposisi sumber laporan, berapa jumlah laporan dari pasien dan berapa dari tenaga kesehatan.

PUSAT/SENTRA FARMAKOVIGILANS
Badan POM RI sebagai  Pusat Farmakovigilans Nasional di Indonesia aktif melakukan kegiatan farmakovigilans untuk mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping atau masalah lainnya terkait penggunaan obat. Hal ini diperkuat dengan adanya Sentra Farmakovigilans yang berperan penting mengawal keamanan obat beredar di daerahnya.

Pada tahun 2020, sebanyak 22 Balai Besar/Balai POM telah menjalankan fungsi farmakovigilans. Di tahun 2022 seluruh Balai Besar/Balai POM dapat menjalankan fungsi sebagai sentra farmakovigilans.

Perlu komitmen, dukungan dan kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan sistem farmakovigilans yang kuat. Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan terdepan dalam monitoring efek samping obat baik di Industri Farmasi dan sarana pelayanan kesehatan adalah salah satu pemangku kepentingan dimaksud.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh apoteker sebagai kontribusi terbesar dalam penerapan farmakovigilans seperti pada kegiatan deteksi dini masalah keamanan obat, deteksi frekuensi kejadian efek samping obat, identifikasi faktor risiko serta komunikasi dan pencegahan risiko keamanan obat.

SATUAN KREDIT PARTISIPASI
Apresiasi khusus diberikan oleh Ikatan Apoteker Indonesia kepada anggotanya yang berkomitmen tinggi menyampaikan pelaporan ESO & melakukan Komunikasi Informasi Edukasi terkait farmakovigilans. Utamanya kepada apoteker di sarana pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai konsumen/pasien.

Meskipun sebenarnya masyarakat sendiri dapat melaporkan kejadian yang tidak diinginkan ke industri farmasi atau tenaga kesehatan. Industri farmasi dan atau tenaga kesehatan akan meneruskan laporan tersebut ke BPOM RI.

Luangkan waktu Sejawat, cukup 3-4 menit untuk berpartisipasi melaporkan setiap kejadian yang tidak diinginkan dan dapatkan SKP-nya :- )

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *