banner 728x250

Apoteker Salah Memberikan Obat?

  • Bagikan
<a href='https://www.freepik.com/photos/woman'>Woman photo created by freepik - www.freepik.com</a>
banner 468x60

CIKARANG, WARTA-APOTEKER.com, Wardatun Nisa, pemilik akun Twitter @nisapastimenang mengungkapkan kekhawatiran kesehatan orang tuanya. Pasalnya, orang tua Nisa yang datang ke salah satu apotek di Jl. Rawa Sari, Banjarmasin untuk membeli obat tetes mata  malah  diberikan obat tetes telinga.

Untungnya obat tetes telinga yang diberikan tidak sempat digunakan karena sebelum digunakan diperiksa terlebih dahulu. Petugas apotek yang disebut Nisa sebagai apoteker hanya diam saja tanpa bicara sepatah katapun.

Penelusuran WARTA-APOTEKER.com, petugas yang dimaksud Nisa ternyata bukan apoteker. Petugas yang berjaga saat itu adalah dua orang perempuan yang belum diketahui perannya di apotek. Nomor telpon yang tercantum pada plang apotek tidak bisa dihubungi. Sementara apoteker yang tercatat sebagai penanggungjawab di apotek tersebut adalah dosen di salah satu kampus.

Dihubungi terpisah, apt. Sudarsono, M.Sc (Clin.Pharm), praktisi apoteker klinis menjelaskan bahwa kejadian seperti ini pernah ditemui selama praktik apoteker. “Sudah dua kali ketemu kasus seperti ini di IGD RS, dan tergantung bahan aktifnya,” terangnya. Masih menurut apoteker Sudarsono, yang penting adalah mengatasi stress/shock pasiennya akibat salah obat ditambah efek samping obat (Chlorampenicol, salah satu kasus yang ditangani) yang menimbulkan rasa pahit.

“Jika kejadiannya terbalik, tetes telinga diberikan tetes mata, pasien tidak akan terlalu khawatir,” ungkap Sudarsono. Berbeda halnya dengan kasus ini, pasti mata si pasien akan langsung terasa panas dan perih, dan kemudian bisa timbul kemerahan, bengkak serta penglihatan kabur. Jaringan mata jauh lebih sensitif daripada telinga. Jadi, obat tetes mata dirancang khusus untuk mengurangi rasa terbakar, perih, dan iritasi yang dapat terjadi ketika zat ditempatkan di mata. Ini melibatkan penyesuaian pH (keasaman) dan tonisitas (konsentrasi garam) cairan.

PENYEBAB KESALAHAN PEMBERIAN
1. Botol obat tetes telinga mirip dengan obat tetes mata.
2. Letak obat tetes telinga besebelahan dengan obat tetes mata.
3. Tulisan dikemasan yang menggunakan huruf dengan ukuran yang sangat kecil
4. Penandaan obat tetes telinga (otic) dengan mata (optic) sangat mirip.
5. Pasien memilih obat tetes teling OTC saat bermaksud membeli obat tetes mata.
6. Obat tetes telinga menggunakan pipet, sehingga membuat pasien percaya bahwa obat harus diberikan di mata.

Terkadang, obat tetes mata aman digunakan sebagai obat tetes telinga karena obat untuk telinga relatif sedikit. Namun, obat tetes telinga tidak boleh digunakan di mata.

CARA MENGHINDARI TERTUKARNYA OBAT TETES TELINGA DENGAN TETES MATA
Untuk menghindari campur aduk antara obat tetes mata dan obat tetes telinga, pertimbangkan hal berikut:

  1. Simpan di dalam kotak ASLI. Simpan obat tetes mata dan obat tetes telinga Anda di dalam karton aslinya, karena gambar mata atau telinga sering kali terdapat pada kotak (lihat gambar) tetapi tidak pada botolnya.
  2. Tempat terpisah. Jangan menyimpan obat tetes mata dan obat tetes telinga di tempat yang sama. Jauhkan juga obat-obatan hewan peliharaan dari obat-obatan manusia.
  3. Waktu yang berbeda. Gunakan obat tetes telinga Anda pada waktu yang berbeda dari obat tetes mata.
  4. Buang sisa tetes. Setelah Anda menggunakan obat tetes telinga (dan mata) yang diresepkan selama dokter memberi tahu Anda, buang sisa tetesnya. Tuliskan tanggal Anda membuka obat tetes non-resep pada label dan buang botolnya 4 minggu kemudian, karena mungkin mengandung bakteri pada saat itu.
  5. Konfirmasi obat. Luangkan waktu sebelum menggunakan obat tetes mata untuk memastikan bahwa botol yang benar ada di tangan Anda. Membaca label dengan keras membantu mencegah kesalahan.
  6. Mata memerah. Jika tetes telinga secara tidak sengaja dimasukkan ke dalam mata, basuh mata dengan air dan cari perawatan darurat jika perbaikan tidak segera terjadi.

PERTOLONGAN PERTAMA

  1. Jika Anda mendapatkan obat tetes telinga di mata Anda, Anda harus segera membilas mata dengan air suhu kamar. Lakukan ini setidaknya selama 15 hingga 20 menit dan sering berkedip.
  2. Untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar, mandi untuk membilas mata mungkin merupakan cara termudah untuk melakukannya.
  3. Untuk anak-anak yang lebih kecil, direkomendasikan untuk membungkusnya dengan handuk dan menuangkan air dari keran atau kendi di batang hidung (tidak langsung ke mata). Biarkan air membilas melalui mata dan dari sisi wajah.
  4. Setelah membilas mata secara menyeluruh, pertimbangkan untuk menghubungi Sentra Informasi Keracunan (SIKer) Nasional di (021) 4259945/42889117 atau mencari perawatan medis jika iritasi atau ketidaknyamanan berlanjut.
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *