banner 728x250

Apoteker Praktisi: Eliminasi TBC Tanpa Apoteker, Bahaya!!!

  • Bagikan
banner 468x60

CILEUNGSI – WARTA-APOTEKER.COM, Kiriman gambar dari salah seorang anggota grup WhatsApp yang didapat redaksi, tentang giat Pekan TBPS (Temu dan Berbagi Pengetahuan untuk Sejawat) memantik diskusi hangat. Banyak anggota yang mempertanyakan tidak adanya partisipasi dari apoteker pada Pekan TBPS. Dihubungi secara terpisah sebelumnya Drs. Apt. Suhartono, M.Farm, apoteker praktisi, menyayangkan absennya apoteker dalam kegiatan ini.

“Penanganan kasus TB dengan Gerakan TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) terutama disaat pandemi covid-19, tidak bisa dianggap ringan,” jelas Suhartono yang berpraktik di Apotek Bromo Probolinggo. Masih menurut Suhartono, saat ini apoteknya dan apotek lainnya tidak menyediakan obat-obat untuk kasus tuberkulosis. Penemuan pasien dengan kasus tuberkulosis atau suspect TB langsung didata dan disarankan untuk segera ke Puskesmas, hal ini yang dikenal dengan Mandatory Notification.

banner 336x280

“Pengobatan TB juga tidak bisa dibuat sederhana dan di-by pass oleh tenaga yang tidak memiliki kewenangan melakukan praktik kefarmasian,” tambahnya lagi. Dengan tegas, Suhartono menyebutkan bahayanya jika hal ini terjadi dan dibiarkan. Suhartono menambahkan bahayanya jika ditemukan kasus TB MDR atau TB/HIV. Di sisi lain, obat TB masuk kelompok obat keras dan harus dikonsumsi dalam jangka panjang.

PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TIDAK HARUS APOTEKER

A. Apa yang dimaksud PMO
PMO adalah seseorang yang bertugas untuk mengawasi, memberikan dorongan dan memastikan penderita TBC menelan Obat Anti TBC (OAT) secara teratur sampai selesai.

B. Mengapa diperlukan PMO
PMO diperlukan bagi penderita TBC karena :
–   Masa pengobatan penderita TBC yang cukup lama sering menyebabkan penderita merasa bosan
–   Kebanyakan penderita merasa sudah sehat setelah meminum obat 2-3 minggu lalu menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter.

C. Siapa yang dapat menjadi PMO
Semua orang dapat menjadi PMO (antara lain : Keluarga penderita, kader, petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain) dengan syarat : bersedia, disetujui serta dapat meyakinkan penderita.

D. Apa yang perlu dilakukan PMO
–   Mengawasi dan memberi dorongan serta memastikan kepada penderita TBC agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatannya.
–   Mengingatkan penderita untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan.
–   Memberikan penyuluhan tentang penyakit TBC dan menyarankan anggota keluarga penderita yang mempunyai gejala sama termasuk setiap anak balita di keluarga tersebut periksa ke petugas kesehatan.
–   Melihat atau mengawasi gejala samping obat, yaitu tanda-tanda atau keluhan yang timbul setelah minum obat dan mengirimkan penderita ke petugas kesehatan bila timbul gejala samping obat

E. Apa yang perlu diketahui oleh PMO
–   Penyakit TBC
–   Pemeriksaan Penderita TBC
–   Pengobatan Penderita TBC
–   Pencegahan Penyakit TBC

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan